Daftar Tabel

4 Cara Mudah Hitung Pajak Progresif PPh Pasal 21

4 Cara Mudah Hitung Pajak Progresif PPh Pasal 21

Pernah bingung pas lihat slip gaji akhir tahun dan mendadak ada potongan pajak yang cukup besar? Bisa jadi itu adalah hasil dari sistem pajak progresif PPh Pasal 21

Buat kamu yang kerja kantoran atau punya penghasilan rutin sebagai orang pribadi, penting banget nih ngerti cara kerja pajak ini. 

Tenang, penjelasannya bakal kita bikin sesimpel mungkin biar mudah dicerna!

Apa Itu Pajak Progresif PPh Pasal 21?

PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan yang kamu terima sebagai karyawan, pekerja lepas (freelancer), atau dari profesi tertentu (seperti dokter, pengacara, dan lainnya).

Nah, PPh 21 ini menggunakan sistem tarif progresif, artinya semakin besar penghasilanmu dalam setahun, semakin tinggi pula persentase pajak yang harus kamu bayar.

Contoh sederhananya:

  • Kalau penghasilanmu Rp 60 juta setahun, kamu akan kena tarif pajak 5% untuk bagian penghasilan tersebut.
  • Tapi kalau penghasilanmu Rp 500 juta setahun, kamu akan dikenakan tarif yang lebih tinggi, karena penghasilanmu melewati beberapa lapisan tarif (bracket).

Sebagian penghasilanmu bisa dikenakan tarif 15%, 25%, bahkan sampai 30% tergantung jumlahnya.

Jadi, sistem ini dibuat agar orang yang penghasilannya lebih besar berkontribusi pajak lebih besar juga. 

Bisa dibilang sistem ini cukup adil karena mempertimbangkan kemampuan finansial masing-masing orang.

Peraturan Terbaru Pajak Progresif PPh Pasal 21

Aturan soal pajak penghasilan (PPh 21) kini sudah mengalami beberapa pembaruan penting, terutama setelah adanya regulasi baru yang menggantikan ketentuan sebelumnya.

Beberapa regulasi penting yang jadi dasar aturannya:

  1. UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan → menggantikan UU PPh yang lama.
  2. PP No. 58 Tahun 2023 → membahas secara rinci soal tarif pemotongan PPh 21.
  3. PMK No. 168 Tahun 2023 → jadi panduan teknis dalam penerapan PPh 21 terbaru.

Apa saja perubahan pentingnya?

  • PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) naik dari sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 60 juta per tahun.

Artinya, kalau penghasilanmu setahun tidak lebih dari Rp 60 juta, tidak kena pajak sama sekali.

  • Tarif pajak baru sebesar 35% dikenakan untuk penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun.

Ini berlaku buat mereka yang berpenghasilan sangat tinggi.

  • Diperkenalkannya sistem TER (Tarif Efektif Rata-rata).

TER digunakan untuk menghitung potongan pajak bulanan, supaya beban pajaknya tidak terasa terlalu berat tiap bulan.

Sistem ini membuat potongan lebih stabil dan sesuai dengan penghasilan bulanan pegawai.

Tarif Pajak Progresif Terbaru

PPh 21 dikenakan secara progresif, artinya makin tinggi penghasilanmu, makin besar persentase pajaknya. 

Tapi penting diingat: penghitungan pajak dilakukan bertahap per lapisan, bukan langsung dikenakan tarif tertinggi ke seluruh penghasilan.

Berikut ini tarif terbaru berdasarkan lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP) per tahun:

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya penghasilan kena pajakmu Rp 300 juta dalam setahun, maka cara hitungnya:

  • Rp 60 juta pertama → kena 5%
  • Rp 190 juta berikutnya (dari 60–250 juta) → kena 15%
  • Rp 50 juta sisanya (dari 250–300 juta) → kena 25%

Pajak tidak langsung 25% dari 300 juta, tapi dihitung per lapisan seperti di atas.

Sistem ini bikin pemotongan pajak jadi lebih adil dan proporsional.

Cara Menghitung Pajak Progresif PPh 21

Nah, ini dia langkah-langkahnya:

Hitung Penghasilan Bruto Setahun

Penghasilan bruto = gaji pokok + tunjangan tetap/tidak tetap + bonus, insentif, dll.

Contoh:

Gaji Rp 30 juta/bulan, bonus tahunan Rp 50 juta
→ (Rp 30 juta x 12) + Rp 50 juta = Rp 410 juta

Kurangi dengan PTKP

PTKP tergantung status pribadi & tanggungan:

Dapatkan Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Rumusnya:

PKP = Penghasilan Bruto – PTKP

Kalau hasilnya nol atau minus, berarti gak kena pajak.

Terapkan Tarif Pajak Progresif

PKP yang udah ketemu, dihitung dengan tarif progresif tadi. Hitung per lapisan ya, bukan langsung dikalikan satu tarif.

Contoh Hitung Pajak Progresif PPh 21

Ada pengusaha bernama Pak Hadi yang punya perincian ini:

  • Gaji pokok: Rp 20 juta/bulan
  • Tunjangan tetap: Rp 3 juta/bulan
  • Bonus tahunan: Rp 10 juta
  • PTKP Rp 60 juta

Langkah hitungnya:

1. Penghasilan Bruto:

  • Gaji: Rp 20 juta x 12 = Rp 240 juta
  • Tunjangan: Rp 3 juta x 12 = Rp 36 juta
  • Bonus: Rp 10 juta

→ Total = Rp 286 juta

2. PKP:

  • Rp 286 juta – Rp 60 juta (PTKP) = Rp 226 juta

3. Pajak Progresif:

  • 5% x Rp60 juta = Rp 3 juta
  • 15% x (Rp 166 juta) = Rp 24,9 juta
    → Total pajak = Rp 27,9 juta

Tips Supaya Hitungan Pajak PPh 21 Gak Keliru

Biar proses penghitungan pajakmu lancar dan gak bikin pusing:

Pakai Aplikasi Pajak Online

Gunakan alat bantu yang udah otomatis hitung PPh 21 dan simpan riwayatnya.

Periksa Status PTKP

Cek lagi status kawin atau jumlah tanggungan. Ini berpengaruh ke jumlah pajak yang dikenakan.

Gunakan Tarif Terbaru

Pastikan kamu pakai tarif dan PTKP yang update, jangan pakai data lama!

Konsultasi ke Ahli Pajak

Kalau kamu pengusaha atau HR di perusahaan, pertimbangkan pakai jasa konsultan pajak buat memastikan gak ada salah hitung.

Arsipkan Semua Bukti Pajak

Simpan bukti potong, laporan SPT, dll dengan rapi. Bisa jadi bukti kalau suatu saat diperiksa Ditjen Pajak.

Kesimpulan

Menghitung pajak progresif PPh Pasal 21 itu sebenarnya gak sesulit kelihatannya. Yang penting, kamu tahu berapa penghasilanmu, kurangi dengan PTKP, lalu hitung per lapisan tarif progresif.

Ingat juga, sekarang udah ada tarif efektif rata-rata (TER) buat potongan bulanan, biar potongannya gak terlalu berat. 

Dan jangan lupa, selalu update info pajak terbaru, ya!

Kalau masih bingung, kamu bisa coba konsultasi langsung ke NoSlip!

Daftar Tabel