Berikut contoh perhitungan bea masuk handphone sederhana yang bisa mudah kamu pahami.
Sekarang ini, semakin banyak orang yang memilih untuk membeli handphone dari luar negeri.
Entah karena alasan harga yang lebih murah, model yang belum dirilis di Indonesia, atau sekadar ingin memiliki pilihan yang lebih beragam.
Meski begitu, tahukah kamu bahwa ada sejumlah biaya tambahan yang perlu dipertimbangkan sebelum membawa handphone dari luar negeri ke Indonesia?
Salah satunya adalah bea masuk dan pajak untuk mendaftarkan IMEI.
Artikel ini akan membantu kamu memahami apa itu bea masuk dan pajak IMEI, serta memberikan panduan lengkap tentang cara menghitungnya.
Apa Itu Bea Masuk?
Bea masuk adalah jenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah untuk setiap barang yang diimpor ke Indonesia.
Pajak ini bertujuan untuk mengatur jumlah barang impor yang masuk ke negara kita serta memberikan perlindungan bagi industri dalam negeri.
Selain itu, bea masuk juga menjadi salah satu sumber pemasukan negara yang cukup penting.
Barang-barang yang diimpor, seperti handphone, dikenakan bea masuk dengan persentase tertentu yang diatur oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Untuk handphone, ada beberapa jenis pajak yang harus kamu bayar selain bea masuk, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), dan kadang juga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) jika termasuk dalam kategori tertentu.
Semua komponen biaya ini perlu diperhitungkan dengan baik, terutama jika kamu membeli handphone dari luar negeri dengan harga yang cukup mahal.
Ini supaya kamu tidak terkejut dengan total biaya yang harus dibayar ketika barang sampai di Indonesia.
Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Besaran Bea Masuk Handphone?
Beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah harga beli, negara asal, tipe handphone, dan juga peraturan bea cukai yang berlaku.
1. Harga Beli Handphone
Salah satu faktor terpenting yang menentukan besaran bea masuk adalah harga beli atau nilai dari handphone yang diimpor.
Bea cukai menghitung pajak berdasarkan nilai barang tersebut, dan semakin tinggi harga beli, semakin besar pula tarif bea masuk yang harus dibayarkan.
Jadi, jika kamu membeli handphone dengan harga yang tinggi, maka siap-siap juga dengan bea masuk yang lebih besar.
2. Negara Asal Handphone
Negara asal atau tempat handphone diimpor juga turut berperan dalam menentukan besaran biaya bea masuk.
Sebab, setiap negara memiliki perjanjian dagang yang berbeda-beda, yang bisa mempengaruhi tarif bea masuk barang.
Misalnya, beberapa negara memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia, sehingga barang dari negara tersebut mungkin dikenakan tarif yang lebih rendah atau bahkan bebas bea masuk.
3. Jenis Handphone (Baru atau Bekas)
Jenis handphone yang akan diimpor, apakah baru atau bekas, juga berpengaruh pada besaran bea masuk.
Umumnya, handphone bekas atau refurbished dikenakan tarif bea masuk yang lebih rendah daripada handphone baru, karena nilai ekonomisnya yang lebih rendah.
Handphone bekas dianggap memiliki nilai pasar yang lebih rendah dibandingkan handphone baru, sehingga biaya pajaknya pun biasanya lebih kecil.
4. Peraturan Bea Cukai Terbaru
Peraturan bea cukai yang berlaku di suatu negara akan selalu mengalami pembaruan dan perubahan, tergantung kebijakan pemerintah yang ingin diterapkan.
Perubahan ini dapat berpengaruh pada besaran tarif bea masuk dan pajak impor lainnya.
Karena itu, penting untuk selalu memperbarui informasi terkait regulasi yang ada agar tidak salah perhitungan saat melakukan pembelian barang dari luar negeri.
Contoh Perhitungan Bea Masuk Handphone
Mari kita ambil contoh sederhana. Misalkan kamu membeli handphone dari luar negeri dengan harga USD 500.
Sebelum menghitung pajak, harga ini perlu dikonversi ke dalam Rupiah sesuai dengan kurs yang berlaku.
Misalnya, kurs saat ini adalah Rp15.000 per USD, maka harga handphone dalam Rupiah menjadi.

Catatan:
PPh 2,5% untuk pengimpor dengan NPWP.
PPh 7,5% untuk pengimpor tanpa NPWP.
Baca Juga: Bisnis Online Bayar Pajak Juga? Jenis dan Cara Pembayarannya
Tips Menghemat Biaya Bea Masuk Handphone
Untuk menghemat biaya bea masuk, ada beberapa tips yang bisa kamu coba agar pengeluaran tidak terlalu besar. Berikut di antaranya:
1. Memilih Jalur Pengiriman yang Tepat
Jalur pengiriman yang kamu pilih dapat sangat berpengaruh pada besaran biaya bea masuk serta durasi proses pengirimannya.
Pilihlah layanan pengiriman yang sudah memiliki izin khusus dan terbiasa menangani pengiriman handphone.
Misalkan kamu ingin membeli handphone dari Amerika Serikat, dan kamu memiliki pilihan antara pengiriman ekspres melalui jasa kurir internasional seperti DHL atau FedEx, atau pengiriman reguler melalui pos seperti USPS.
Jika kamu memilih layanan kurir internasional ekspres, seperti DHL atau FedEx, biasanya biaya pengirimannya lebih tinggi, tetapi mereka memiliki layanan “customs clearance” atau penyelesaian pajak dan bea masuk.
Artinya, mereka akan mengurus semua dokumen dan proses bea cukai untukmu, sehingga saat barang tiba di Indonesia, kamu hanya perlu membayar biaya yang telah ditentukan sejak awal tanpa proses tambahan yang merepotkan.
Layanan seperti ini cocok jika kamu ingin barang cepat sampai dan tidak mau repot mengurus bea cukai secara manual.
2. Membeli Handphone dengan Nilai yang Lebih Rendah
Memilih handphone dengan harga yang lebih rendah adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk menekan biaya bea masuk.
Handphone dengan harga lebih rendah juga akan dikenakan bea masuk yang lebih rendah, sehingga total biaya bisa lebih ringan.
3. Memanfaatkan Program Bebas Bea Masuk (Jika Ada)
Beberapa negara atau perjanjian dagang tertentu memberikan fasilitas bebas bea masuk bagi produk tertentu, termasuk elektronik seperti handphone.
Program-program ini biasanya tersedia di bawah kerangka perjanjian perdagangan internasional yang dirancang untuk mendukung kemitraan antar negara.
Bila memungkinkan, kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan handphone dengan biaya bea masuk yang lebih rendah atau bahkan bebas bea masuk.
Kesimpulan
Itulah tadi contoh perhitungan biaya bea masuk untuk handphone.
Biaya bea masuk untuk handphone impor memang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga beli, negara asal, jenis handphone, serta peraturan bea cukai yang berlaku.
Dengan memahami semua faktor ini, kamu bisa lebih mudah memperkirakan biaya dan mencari cara untuk menghemat pengeluaran.



