Daftar Tabel

Cara Mudah UMKM Membuat Pembukuan Keuangan yang Rapi

Cara Mudah UMKM Membuat Pembukuan Keuangan yang Rapi

Bagi banyak pelaku UMKM, urusan pembukuan sering dianggap ribet dan hanya perlu dilakukan oleh perusahaan besar. 

Padahal, pencatatan keuangan yang sederhana justru bisa menjadi penyelamat bisnis kecil agar tetap sehat dan berkembang. 

Dengan pembukuan yang rapi, Anda bisa tahu pasti apakah usaha benar-benar untung atau malah merugi, mengontrol arus kas harian, hingga memenuhi kewajiban pajak dengan lebih tenang. 

Kabar baiknya, membuat pembukuan UMKM tidak sesulit yang dibayangkan, loh!

Asal tahu langkah-langkah praktisnya.

Kenapa Pembukuan Jadi Kunci Kesuksesan UMKM?

Banyak pelaku UMKM masih berpikir bahwa pembukuan hanya penting untuk perusahaan besar.

Padahal, catatan keuangan yang rapi adalah fondasi utama keberlangsungan bisnis, sekecil apa pun usaha yang dijalankan. 

Berikut alasannya:

  1. Melihat apakah bisnis benar-benar untung atau rugi

Dengan pembukuan, Anda tidak hanya mengandalkan perkiraan atau perasaan. 

Semua pemasukan dan pengeluaran tercatat, sehingga bisa diketahui secara pasti apakah usaha sudah menghasilkan laba atau justru masih merugi. 

Hal ini penting untuk evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis ke depan.

  1. Mengendalikan arus kas agar tidak boncos

Banyak UMKM bangkrut bukan karena tidak punya penjualan, tapi karena arus kas yang berantakan. 

Pembukuan membantu memastikan uang keluar dan masuk tercatat jelas, sehingga Anda bisa tahu kapan harus menekan biaya, menagih piutang, atau menambah stok dengan bijak.

  1. Memenuhi kewajiban pajak sesuai UU KUP No. 28 Tahun 2007

Sesuai aturan perpajakan, pelaku usaha wajib melakukan pencatatan transaksi. 

Tanpa pembukuan, perhitungan pajak bisa jadi tidak akurat dan berisiko terkena denda.

Dengan catatan yang rapi, Anda bisa lebih mudah melaporkan pajak, apalagi setelah adanya kebijakan keringanan PPh Final untuk UMKM.

  1. Memudahkan pengajuan pinjaman atau mencari investor

Lembaga keuangan dan investor membutuhkan data yang valid sebelum memberikan modal. 

Dengan laporan keuangan sederhana yang dihasilkan dari pembukuan, UMKM terlihat lebih profesional, transparan, dan meyakinkan. Ini bisa membuka akses ke pendanaan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha.

  1. Menjadi dasar strategi bisnis yang lebih terarah

Dari data pembukuan, Anda bisa mengetahui produk mana yang paling laku, biaya operasional terbesar berasal dari mana, hingga tren penjualan dari bulan ke bulan. 

Informasi ini menjadi bahan penting untuk menyusun strategi pertumbuhan yang lebih efektif.

Kesalahan Umum UMKM dalam Mengatur Keuangan

Banyak UMKM gagal berkembang bukan karena produknya buruk, tetapi karena sistem keuangannya berantakan. 

Kesalahan kecil dalam pencatatan bisa berakibat fatal pada arus kas dan keberlangsungan usaha. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:

  1. Mencampur uang pribadi dan uang usaha
    Akibatnya, sulit mengetahui laba bersih usaha karena kebutuhan pribadi ikut terpakai dari kas bisnis. Ujung-ujungnya, bisnis terlihat tidak pernah untung padahal sebenarnya hanya tercampur pencatatannya.
  2. Tidak menyimpan bukti transaksi
    Struk, invoice, atau nota sering diabaikan. Padahal bukti transaksi penting untuk cross-check data, klaim biaya operasional, hingga pembuktian saat laporan pajak.
  3. Mengandalkan ingatan untuk mencatat
    Banyak pelaku usaha kecil percaya bisa mengingat semua pemasukan dan pengeluaran. Faktanya, ingatan manusia terbatas dan rawan lupa. Akibatnya, ada transaksi yang tidak tercatat, sehingga laporan keuangan tidak akurat.
  4. Tidak memisahkan biaya operasional & modal
    Modal usaha seharusnya digunakan untuk investasi jangka panjang, sedangkan biaya operasional adalah pengeluaran rutin harian. Jika tidak dipisahkan, bisnis berisiko kekurangan modal untuk berkembang karena terus tergerus biaya harian.
  5. Lupa mencatat piutang dan stok barang
    Banyak UMKM memberi utang ke pelanggan tanpa pencatatan jelas. Hal ini membuat arus kas terganggu karena sulit menagih. Begitu juga stok barang: tanpa catatan rapi, pemilik usaha tidak tahu persis aset yang dimiliki.
  6. Tidak menutup laporan keuangan bulanan
    Penutupan laporan bulanan penting untuk evaluasi bisnis. Jika tidak pernah dilakukan, pemilik usaha kehilangan kesempatan menganalisis performa bisnis tiap bulan dan membuat strategi perbaikan lebih cepat.

Kesalahan-kesalahan ini terlihat sepele, tapi jika dibiarkan bisa membuat UMKM kesulitan mengendalikan keuangan bahkan terjebak dalam utang.

Manfaat Besar Membuat Pembukuan Sederhana

Bagi UMKM, pembukuan yang konsisten bukan sekadar formalitas, tetapi alat kendali utama agar usaha tetap sehat dan terus berkembang. 

Berikut manfaat yang bisa diperoleh:

  1. Mengevaluasi kinerja usaha
    Dengan laporan keuangan, pemilik bisa menilai performa bisnis dari bulan ke bulan. Apakah penjualan meningkat? Apakah laba sesuai target? Data ini jadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
  2. Mengontrol biaya agar tidak boros
    Semua pengeluaran, baik besar maupun kecil, akan tercatat. Ini membantu pemilik usaha mengenali pos biaya yang paling banyak menguras kas dan menekan biaya yang tidak produktif.
  3. Menyusun strategi pertumbuhan bisnis
    Data pembukuan memberi gambaran jelas produk mana yang paling laku, kapan periode penjualan meningkat, hingga tren biaya operasional. Dari sini, strategi bisnis bisa lebih tepat sasaran.
  4. Membuat bisnis lebih kredibel di mata bank/investor
    Bank atau calon investor tidak hanya butuh ide bisnis yang bagus, tetapi juga bukti kesehatan keuangan. Dengan laporan keuangan sederhana, UMKM terlihat profesional, transparan, dan layak dipercaya untuk mendapat pendanaan.
  5. Menghitung pajak lebih mudah dan terhindar dari denda
    Catatan keuangan yang rapi memudahkan perhitungan pajak sesuai aturan. Pemilik usaha bisa tahu kapan omzet sudah mencapai batas kena pajak, sehingga tidak ada lagi risiko telat lapor atau salah hitung yang berujung denda.

Cara Praktis Membuat Pembukuan Keuangan UMKM

Membuat pembukuan tidak harus rumit. Justru, semakin sederhana dan konsisten, semakin efektif untuk membantu mengendalikan bisnis. 

Berikut langkah praktis yang bisa langsung diterapkan oleh UMKM:

  1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis
    Gunakan rekening khusus untuk usaha. Dengan begitu, arus kas lebih jelas dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi. 
  2. Catat semua transaksi harian
    Setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun, wajib dicatat. 

Misalnya: penjualan Rp20.000 atau pembelian bahan baku Rp5.000. Catatan kecil ini akan membentuk gambaran besar kondisi keuangan usaha.

  1. Buat buku kas sederhana
    Minimal terdiri dari tiga bagian:
    • Kas masuk (penjualan, pinjaman, tambahan modal)
    • Kas keluar (biaya operasional, gaji, pembelian barang)
    • Stok barang (persediaan masuk dan keluar)
  2. Kelompokkan transaksi berdasarkan kategori
    Contoh kategori: penjualan, biaya operasional, gaji karyawan, pembelian bahan baku, atau biaya pemasaran. 

Dengan pengelompokan ini, pemilik usaha bisa lebih mudah melihat pos mana yang paling besar menyerap biaya.

  1. Susun laporan bulanan

Buat laporan sederhana berisi:

  • Laba rugi → apakah usaha untung atau rugi.
  • Neraca → posisi aset, utang, dan modal.
  • Arus kas → pergerakan uang masuk dan keluar.

Laporan ini penting sebagai bahan evaluasi setiap bulan.

  1. Rekonsiliasi bank secara rutin
    Cocokkan catatan pembukuan dengan mutasi rekening bank. Ini memastikan semua transaksi tercatat dengan benar dan tidak ada yang terlewat.

Sejak diberlakukannya UU HPP No. 7 Tahun 2021 dan PP No. 55 Tahun 2022, UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun mendapatkan keringanan tidak dikenakan PPh Final 0,5%.

Artinya, pembukuan yang rapi sangat penting agar omzet bisa dipantau dengan akurat dan pemilik usaha tidak salah hitung pajak.

Kesimpulan

Membuat pembukuan UMKM tidaklah serumit yang dibayangkan. Dengan langkah sederhana dan bantuan aplikasi, semua bisa jadi lebih cepat, rapi, dan akurat.

Selain bermanfaat untuk mengelola usaha, pembukuan juga jadi syarat utama agar bisnis tetap patuh pajak dan siap berkembang.

Jadi, jangan tunggu besar dulu baru bikin pembukuan, ya! 

Justru dengan pembukuan sejak awal, UMKM Anda punya pondasi kuat untuk tumbuh dan bertahan di tengah persaingan.

FAQ

1. Apa itu pembukuan UMKM?
Pembukuan UMKM adalah pencatatan semua transaksi keuangan usaha kecil, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga aset dan kewajiban. Tujuannya untuk mengetahui kondisi keuangan usaha secara jelas.

2. Kenapa pembukuan penting untuk UMKM?
Dengan pembukuan, UMKM bisa mengontrol arus kas, mengetahui keuntungan atau kerugian, memudahkan perhitungan pajak, hingga meningkatkan kepercayaan bank atau investor saat mengajukan pinjaman.

3. Apakah UMKM wajib membuat pembukuan?
Ya. Sesuai UU No. 28 Tahun 2007 Pasal 28, wajib pajak, termasuk UMKM, wajib melakukan pencatatan atau pembukuan keuangan untuk laporan pajak tahunan.

4. Apakah pembukuan harus rumit?
Tidak. UMKM bisa mulai dengan pembukuan sederhana: pisahkan rekening bisnis dan pribadi, catat transaksi harian, buat buku kas masuk & keluar, dan susun laporan bulanan.

5. Apa manfaat pembukuan bagi pajak UMKM?
Pembukuan membantu menghitung omzet tahunan dengan jelas. Sejak berlakunya UU HPP No. 7 Tahun 2021 dan PP No. 55 Tahun 2022, UMKM dengan omzet ≤ Rp500 juta setahun tidak dikenakan PPh Final 0,5%, sehingga catatan omzet sangat penting.

Daftar Tabel