Daftar Tabel

Cara Menghitung Modal Akhir Bisnis

Cara Menghitung Modal Akhir Bisnis

Dalam menjalankan usaha, salah satu aspek yang sangat penting adalah pengelolaan dan cara hitung modal akhir bisnis. 

Modal yang cukup dan dikelola dengan baik dapat membantu bisnis untuk berkembang dan bertahan di tengah persaingan. 

Salah satu hal yang perlu dipahami oleh setiap pengusaha adalah bagaimana cara menghitung modal akhir tadi. 

Modal akhir merupakan salah satu indikator yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu. 

Artikel ini akan membahas tentang cara menghitung modal akhir bisnis, termasuk pengertian modal akhir, jenis-jenis modal, serta contoh dan rumus perhitungannya.

Apa Itu Modal Akhir pada Bisnis?

Modal akhir adalah jumlah modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada akhir periode akuntansi tertentu. 

Ini tercatat dalam laporan keuangan dan mencerminkan sejauh mana perusahaan telah berkembang atau mengalami perubahan selama periode tersebut. 

Modal akhir dihitung berdasarkan modal awal yang dimiliki oleh perusahaan, ditambah dengan laba yang diperoleh.

Kemudian dikurangi dengan kerugian yang terjadi dan juga pengambilan dana oleh pemilik yang dikenal dengan istilah prive.

Sebelum memahami modal akhir lebih jauh, penting untuk mengetahui perbedaan antara modal awal dan modal akhir. 

Modal awal adalah jumlah modal yang dimiliki perusahaan pada awal periode akuntansi. 

Modal awal ini bisa berasal dari dana yang disetorkan oleh pemilik, pinjaman dari pihak ketiga, atau laba yang belum dibagikan. 

Sementara itu, modal akhir adalah hasil perubahan dari modal awal yang mencakup penambahan atau pengurangan dana karena laba atau kerugian yang terjadi dalam periode tersebut.

Jenis-Jenis Modal Apa Saja?

Menurut Pasal 41 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), terdapat tiga jenis modal yang harus tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) perusahaan, yaitu:

Modal Dasar

Modal dasar adalah jumlah modal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar saat pendirian perusahaan. 

Ini merupakan batas maksimum jumlah saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan. 

Nah, modal dasar mencerminkan potensi modal yang bisa dihimpun perusahaan, namun belum tentu seluruhnya disetor atau digunakan.

Misalnya, sebuah perusahaan menetapkan modal dasar sebesar Rp 1.000.000.000. 

Tidak perlu sepenuhnya disetor pada awal pendirian, tapi perusahaan harus menentukan jumlah maksimal saham yang akan diterbitkan.

Modal Ditempatkan

Modal ditempatkan adalah jumlah yang telah disetor oleh pemegang saham dan ditempatkan dalam bentuk saham yang sudah diterbitkan oleh perusahaan. 

Jenis ini bisa lebih kecil dari modal dasar dan merupakan bentuk komitmen pemegang saham dalam mendukung kelangsungan perusahaan.

Contohnya, dari modal dasar Rp 1.000.000.000, perusahaan baru menerbitkan saham sebesar Rp 700.000.000. 

Artinya, Rp 700.000.000 merupakan modal yang ditempatkan.

Modal Disetor

Modal disetor adalah jumlah modal yang sudah disetor oleh pemegang saham pada perusahaan. 

Digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan biasanya lebih kecil daripada modal dasar. 

Modal disetor yang tercatat dalam laporan keuangan ini akan mencerminkan komitmen saham yang sudah dibayar penuh oleh para pemegang saham.

Contoh, jika perusahaan sudah disetor sebesar Rp 700.000.000, maka ini adalah modal yang disetor. 

Modal disetor inilah yang dihitung dalam laporan keuangan perusahaan dan akan dipengaruhi oleh laba atau kerugian yang diperoleh.

Kaitan Jenis-Jenis Modal dengan Modal Akhir

Modal akhir sangat dipengaruhi oleh perubahan dalam ketiga jenis modal ini. 

Modal dasar mencerminkan potensi kapitalisasi perusahaan, ya!

Tapi, yang paling berpengaruh terhadap modal akhir adalah modal yang ditempatkan dan disetor, serta perhitungan laba, kerugian, dan privenya.

Perubahan dalam laba dan kerugian akan memperbesar atau memperkecil modal yang disetor, begitu juga dengan prive yang ditarik oleh pemilik.

Alasan Kenapa Harus Tahu Modal Akhir dalam Bisnis

Mengetahui modal akhir memiliki beberapa fungsi penting dalam pengelolaan bisnis, antara lain:

1. Menilai Kesehatan Keuangan

Modal akhir memberikan gambaran apakah perusahaan berkembang atau mengalami penurunan keuangan, yang bantu nilai kinerja finansial secara keseluruhan.

2. Kemampuan Membayar Utang

Modal akhir menunjukkan sejauh mana perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban utang, baik jangka pendek maupun panjang.

3. Pengambilan Keputusan Strategis

Dengan mengetahui modal akhir, perusahaan dapat merencanakan strategi bisnis seperti ekspansi atau pengelolaan pengeluaran dengan tepat.

4. Evaluasi Keberhasilan Operasional

Modal akhir mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan mengelola operasional, yang dapat menjadi indikator kinerja.

5. Informasi untuk Pemegang Saham dan Investor

Bantu pemegang saham dan investor dalam menilai kesehatan dan potensi investasi perusahaan, serta mengambil keputusan investasi lebih bijak.

Apa Contoh dari Modal?

Contoh sederhana untuk menggambarkan modal dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Modal Awal: Sebuah perusahaan baru didirikan dengan modal awal sebesar Rp 100.000.000 yang disetor oleh dua orang pemegang saham.

2. Laba yang Diperoleh: Pada akhir tahun pertama, perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 50.000.000.

3. Kerugian yang Terjadi: Perusahaan mengalami kerugian akibat kerusakan mesin sebesar Rp 10.000.000.

4. Prive: Pemilik perusahaan menarik dana sebesar Rp 20.000.000 untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan informasi tersebut, modal akhir perusahaan dapat dihitung dengan rumus yang akan dijelaskan di bawah ini.

Cara Menghitung Modal Akhir

Untuk menghitung modal akhir, kamu bisa menggunakan rumus berikut:

Rumus Modal Akhir:

Modal Akhir = Modal Awal + Laba yang Diperoleh − Kerugian yang Terjadi − Prive

Berikut adalah langkah-langkah perhitungan modal akhir berdasarkan contoh sebelumnya:

– Modal Awal: Rp 100.000.000

– Laba yang Diperoleh: Rp 50.000.000

– Kerugian yang Terjadi: Rp 10.000.000

– Prive: Rp 20.000.000

Maka, perhitungan modal akhir adalah:

Dengan demikian, modal akhir perusahaan pada akhir tahun pertama adalah Rp 120.000.000.

Kesimpulan

Menghitung modal akhir bisnis adalah hal yang sangat penting untuk memantau kesehatan keuangan perusahaan. 

Modal akhir dapat memberikan gambaran tentang perkembangan atau kemunduran perusahaan selama periode tertentu. 

Dalam menghitung modal akhir, kita perlu memperhatikan perubahan dalam laba, kerugian, dan prive yang terjadi dalam periode tersebut. 

Dengan memahami cara menghitung modal akhir, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait pengelolaan keuangan perusahaan dan perencanaan masa depan.

Daftar Tabel