Daftar Tabel

Fee: Fungsi, Pajaknya, dan Bedanya dengan Komisi dalam Bisnis

Fee: Fungsi, Pajaknya, dan Bedanya dengan Komisi dalam Bisnis

Kamu masih bingung apa sebenarnya definisi dan fungsi “fee” itu dalam bisnis? 

Kira-kira sama dengan “komisi” gak, ya? 

Kalau kamu bekerja di dunia bisnis atau sedang merencanakan usaha, dua kata ini bisa jadi sering kamu dengar. 

Walaupun keduanya sering dipakai dalam konteks yang mirip, ternyata ada perbedaan penting yang perlu kamu ketahui, loh! 

Nah, kali ini kita akan bahas secara santai tentang apa itu fee, bagaimana fungsinya buat bisnis, dan yang tak kalah penting, bedanya dengan komisi.

Apa Itu Fee?

Fee, dalam dunia bisnis dan keuangan, adalah biaya atau pembayaran yang dikenakan atas layanan atau transaksi tertentu. 

Sederhananya, fee adalah biaya yang dibayar untuk memperoleh jasa atau barang dari pihak lain. 

Bisa dibilang, fee adalah bentuk kompensasi bagi pihak yang menyediakan layanan atau produk, baik itu dalam bentuk uang atau bentuk lainnya.

Dalam konteks yang lebih luas, fee digunakan di berbagai bidang seperti perbankan, jasa profesional, hingga transaksi jual beli barang. 

Misalnya, ketika kamu menggunakan jasa seorang pengacara atau dokter, mereka biasanya menetapkan fee tertentu untuk layanan yang diberikan. 

Begitu juga kalau kamu menggunakan layanan dari sebuah platform e-commerce, mereka bisa mengenakan fee transaksi.

Fungsi Fee dalam Bisnis

Ada beberapa fungsi utama fee yang perlu kamu tahu kalau sedang menjalankan bisnis.

Apa aja?

1. Sumber Pendapatan Usaha

Bagi sebagian besar bisnis, fee menjadi salah satu sumber pendapatan utama. 

Misalnya, dalam dunia perbankan atau layanan kesehatan, fee yang dikenakan kepada pelanggan bisa menjadi salah satu penyumbang utama keuntungan. 

Bisnis seperti ini mengandalkan fee untuk mendukung operasional dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

2. Bisa Mempermudah Layanan Profesional

Banyak profesi profesional, seperti pengacara, konsultan, dokter, sampai arsitek, mengenakan fee atas layanan yang mereka berikan. 

Nah, fee bukan hanya imbalan atas waktu atau keterampilan mereka, tapi juga sebagai cara untuk menilai kualitas layanan yang diberikan.

3. Biaya Pengelolaan Keuangan yang Efisien

Fee juga berfungsi untuk membayar biaya pengelolaan keuangan, seperti biaya administrasi bank atau biaya transaksi keuangan. 

Jadi, fee juga berperan untuk membuat berbagai transaksi keuangan menjadi lebih terorganisir dan terkendali.

4. Bisa Menjaga Kualitas Layanan

Kalau seseorang atau perusahaan mendapatkan fee atas jasa yang diberikan, tentu mereka akan berusaha memberikan layanan terbaik agar pelanggan merasa puas dan kembali lagi. 

Secara gak langsung, fee menjadi salah satu ‘motivasi’ agar penyedia layanan lebih fokus pada kualitas.

Jenis-Jenis Fee yang Umum Dikenakan dalam Bisnis

Ada beberapa jenis fee yang sering kita temui dalam berbagai transaksi bisnis sehari-hari, di antaranya:

1. Fee Administrasi

Fee ini biasanya dikenakan oleh lembaga keuangan seperti bank, misalnya biaya administrasi untuk membuka rekening atau mengelola akun. 

Misalnya, biaya bulanan yang dikenakan bank untuk pengelolaan kartu kredit atau debit.

2. Fee Jasa Profesional

Seperti yang sudah dijelaskan, fee adalah biaya yang dibayarkan untuk jasa seorang profesional, misalnya pengacara atau dokter. 

Biasanya dihitung berdasarkan jam kerja atau jenis layanan yang diberikan.

3. Fee Transaksi dan Layanan Keuangan

Pada saat kamu melakukan transaksi jual beli, baik itu di toko fisik atau secara online, sering kali kamu akan dikenakan fee transaksi dan layanan. 

Bisa berupa biaya untuk proses pembayaran, seperti transfer antar bank, biaya pemrosesan kartu kredit atau biaya pembayaran tagihan.

Apa Bedanya Fungsi Fee dan Komisi dalam Bisnis?

Mungkin kamu sering mendengar istilah “komisi” yang sering digunakan dalam berbagai transaksi bisnis. 

Lalu, apa bedanya feetadi  dengan komisi?

Fee umumnya adalah biaya tetap yang dikenakan untuk layanan atau produk tertentu.

Misalnya, saat kamu menggunakan layanan dari seorang pengacara atau konsultan, mereka biasanya menetapkan fee tetap yang harus dibayar, baik berdasarkan waktu atau jenis layanan yang diberikan.

Sedangkan komisi adalah pembayaran yang diterima oleh seseorang atau perusahaan berdasarkan persentase dari transaksi yang dilakukan. 

Biasanya komisi ini lebih terkait dengan penjualan atau transaksi yang berhasil dilakukan oleh pihak yang menerima komisi. 

Misalnya, seorang agen properti mendapatkan komisi setelah berhasil menjual rumah kepada pembeli.

Jadi, perbedaan utama antara fee dan komisi adalah dalam cara perhitungannya

Fee biasanya berupa jumlah tetap yang dibayar untuk sebuah layanan atau produk.

Sedangkan komisi dihitung sebagai persentase dari nilai transaksi atau penjualan yang berhasil.

Contoh Penerapan Fee yang Beda dengan Komisi

Kalau masih bingung, kita akan berikan contoh penerapan fee dan komisi di kehidupan sehari-hari. Simak di bawah, ya!

1. Contoh Fee dalam Layanan Profesional 

Kalau kamu butuh jasa seorang pengacara untuk menangani kasus hukum, biasanya mereka akan mengenakan fee berdasarkan jam kerja atau kesepakatan tertentu. 

Misalnya, fee pengacara untuk menangani sebuah kasus bisa ditetapkan sekitar Rp 5 juta per kasus, yang harus dibayar oleh klien.

2. Contoh Komisi dalam Penjualan 

Seorang agen penjualan properti akan mendapatkan komisi setelah berhasil menjual rumah atau apartemen. 

Misalnya, agen ini mendapat komisi sebesar 5% dari harga rumah yang terjual. 

Jadi, kalau harga rumahnya Rp 500 juta, agen tersebut akan mendapatkan komisi sebesar Rp 25 juta.

Perbandingan Ketentuan Pajak untuk Fee dan Komisi

Dalam bisnis, fee dan komisi memiliki ketentuan pajak yang berbeda-beda tergantung pada jenis transaksi dan layanan yang diberikan. 

– Pajak atas Fee

Fee umumnya dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. 

PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain.

Pembayaran yang dimaksud berhubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri. 

Tarif PPh Pasal 21 bersifat progresif, artinya semakin besar penghasilan, semakin tinggi tarif pajaknya. 

Nah, tarif pajak penghasilan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023.

– Pajak atas Komisi

Komisi, terutama yang terkait dengan penjualan atau perantara, dapat dikenakan PPh Pasal 21 atau PPh Pasal 23.

Tapi tergantung pada hubungan hukum dan status penerima, ya! 

Jika komisi diberikan pada individu sebagai imbalan atas pekerjaan atau jasa, maka dikenakan PPh Pasal 21 dengan tarif progresif. 

Namun, jika komisi diberikan kepada badan usaha, maka dikenakan PPh Pasal 23 dengan tarif 2% dari jumlah bruto.

Kesimpulan

Secara singkat, fee dan komisi memang mirip, tapi sebenarnya memiliki perbedaan penting, terutama dalam cara perhitungannya. 

Fee adalah biaya tetap yang dibayar untuk sebuah layanan atau transaksi, sedangkan komisi adalah persentase dari transaksi yang berhasil. 

Keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis dan sering dijadikan sebagai sumber pendapatan utama bagi banyak pelaku usaha.

Kalau mau konsultasi soal pajak, ke NoSlip aja!

Daftar Tabel