Daftar Tabel

Perhitungan Pajak dari Omzet atau Profit: Mana yang Lebih Baik?

Perhitungan Pajak dari Omzet atau Profit: Mana yang Lebih Baik?

Sebagai pemilik usaha, kamu harus memilih antara menghitung pajak dari omzet atau profit, ya!

Karena keduanya mempengaruhi besaran pajak yang harus dibayar. 

Pilihan ini bergantung pada berbagai faktor, seperti besaran pendapatan, struktur biaya, dan jenis usaha yang dijalankan. 

Dalam artikel ini, kita akan bahas mengenai kedua pilihan tersebut, agar kamu dapat menentukan mana yang lebih menguntungkan untuk bisnismu.

Perbedaan Omzet dan Profit 

Omzet adalah jumlah total uang yang diterima perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa dalam suatu periode tertentu, sebelum dikurangi dengan biaya operasional. 

Ini mencakup seluruh pendapatan yang diterima, tanpa memperhitungkan pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. 

Sementara itu, profit atau keuntungan adalah pendapatan yang tersisa setelah seluruh biaya operasional, seperti bahan baku, gaji, dan sewa, dipotong dari omzet tersebut. 

Profit menunjukkan hasil bersih dari kegiatan usaha, yang lebih mencerminkan kondisi finansial sebenarnya.

Metode Perhitungan Pajak untuk Perusahaan

Nah, ada dua cara utama perhitungan pajak untuk perusahaan: Berdasarkan omzet atau berdasarkan profit.

Bagaimana dasar perhitungannya?

– Metode Pencatatan Omzet

Perusahaan yang menggunakan metode ini membayar pajak berdasarkan jumlah total omzet yang diterima. 

Dengan kata lain, pajak dihitung tanpa memperhitungkan pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis.

Pajak dihitung dari pendapatan bruto, terlepas dari biaya operasional.

– Metode Pembukuan Profit

Pada metode ini, pajak dihitung berdasarkan keuntungan bersih setelah dikurangi semua biaya operasional.

Ini berarti, pajak yang dibayar lebih rendah jika perusahaan memiliki pengeluaran besar.

Tarif dari Jenis Sumber yang Harus Dibayar 

Tarif pajak yang dikenakan tergantung pada pilihan metode perhitungan pajak:

– Pajak Berdasarkan Omzet

Jika memilih pajak dari omzet, kamu akan menggunakan PPh Final UMKM, yang memiliki tarif tetap 0,5% dari omzet tahunan. 

Artinya, meskipun bisnis kamu belum menghasilkan keuntungan, pajak tetap dihitung berdasarkan total pendapatan yang diperoleh. 

Metode ini lebih mudah dan praktis karena tidak memerlukan perhitungan yang rumit terkait biaya operasional.

Pajak Berdasarkan Profit 

Untuk pajak berdasarkan profit, tarif yang digunakan adalah tarif umum sesuai dengan penghasilan kena pajak setelah dikurangi biaya. 

Tarif ini biasanya lebih tinggi, namun lebih adil karena hanya dikenakan pada keuntungan yang tersisa setelah pengeluaran usaha dipotong. 

Dengan metode ini, pajak yang dibayar lebih mencerminkan kondisi finansial sebenarnya, karena hanya keuntungan yang menjadi dasar perhitungan pajak, bukan total omzetnya.

Pilih Pajak dari Omzet 

Jika kamu memilih pajak berdasarkan omzet, kamu akan dikenakan pajak berdasarkan total pendapatan yang diterima, meskipun belum mendapatkan keuntungan. 

Sebagai contoh, jika kamu menjual barang seharga Rp 10 juta dengan biaya produksi Rp 8 juta.

Meskipun keuntungan bersih yang kamu peroleh hanya Rp 2 juta, pajak tetap dihitung dari omzet Rp 10 juta.

Ini berarti meskipun bisnis kamu belum menghasilkan laba, kewajiban pajak tetap ada.

Selain itu, jumlahnya lebih besar karena dihitung dari seluruh pendapatan yang diterima.

Pilih Pajak dari Profit 

Pajak berdasarkan profit lebih menguntungkan jika bisnismu memiliki margin keuntungan yang jelas. 

Misalnya, jika omzet kamu Rp 10 juta dan biaya produksi Rp 8 juta, kamu hanya akan dikenakan pajak dari keuntungan bersih Rp 2 juta. 

Ini berarti pajak yang dibayar akan lebih rendah daripada pajak berdasarkan omzet.

Dengan metode ini, perusahaan hanya dikenakan pajak sesuai dengan pendapatan yang benar-benar diperoleh setelah pengeluaran, ya!

Sehingga lebih adil dan sesuai dengan kondisi keuangan usaha.

Sebaiknya Bayar Pajak dari Omzet atau Profit? 

Keputusan memilih antara pajak berdasarkan omzet atau profit sangat bergantung pada kondisi bisnis kamu. 

Jika bisnismu memiliki pendapatan besar namun margin keuntungan kecil, pajak berdasarkan omzet mungkin lebih cocok karena pajak dihitung dari total pendapatan yang diterima.

Namun, jika bisnis kamu sudah stabil dengan keuntungan yang cukup signifikan, pajak berdasarkan profit akan lebih menguntungkan.

Ini karena pajak hanya dihitung dari keuntungan bersih setelah biaya, sehingga dengan metode ini, beban pajak bisnismu bisa lebih ringan. 

Baca Juga: Metode Arus Kas Langsung dan Tidak Langsung, Apa Bedanya?

Kesimpulan 

Memilih antara pajak omzet atau profit adalah keputusan penting untuk bisnis kamu.

Jika bisnismu baru berkembang atau memiliki omzet besar namun keuntungan rendah, pajak berdasarkan omzet bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. 

Namun, jika bisnis kamu sudah stabil dengan keuntungan yang jelas, pajak berdasarkan profit bisa membantu mengurangi beban pajak yang harus dibayar.

Pastikan untuk mempertimbangkan baik-baik struktur keuangan dan prospek bisnis kamu sebelum membuat keputusan, ya!

Daftar Tabel