Mengelola keuangan adalah salah satu kunci penting dalam menjaga kelangsungan usaha kecil.
Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki produk bagus dan pelanggan setia, tetapi sering kesulitan berkembang karena pencatatan keuangannya belum rapi.
Padahal, pembukuan yang sederhana sekalipun bisa membantu pemilik usaha memahami kondisi finansial dan menentukan langkah strategi berikutnya, loh!
Di artikel ini kita akan bahas bagaimana cara mengelola keuangan usaha kecil, ya!
Kategori Usaha Kecil dalam Bisnis
Di Indonesia, kategori usaha kecil sudah diatur jelas dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.
Usaha kecil masuk dalam bagian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang dibedakan berdasarkan aset (kekayaan bersih) dan omzet (penjualan tahunan).
Berikut rincian kategorinya:
1. Usaha Mikro
- Aset: Maksimal Rp50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan usaha).
- Omzet Tahunan: Maksimal Rp300 juta.
- Contoh: Warung kelontong, pedagang kaki lima, usaha jajanan kecil.
2. Usaha Kecil
- Aset: Rp50 juta – Rp500 juta.
- Omzet Tahunan: Rp300 juta – Rp2,5 miliar.
- Contoh: Toko pakaian, kafe kecil, bengkel motor, jasa laundry.
3. Usaha Menengah
- Aset: Rp500 juta – Rp10 miliar.
- Omzet Tahunan: Rp2,5 miliar – Rp50 miliar.
- Contoh: Restoran dengan beberapa cabang, perusahaan distribusi, produsen makanan rumahan skala besar.
Kenapa Usaha Kecil Harus Mengelola Keuangan?
Banyak pemilik usaha kecil merasa pencatatan keuangan itu ribet, padahal justru inilah yang bisa menjadi fondasi bisnis.
Berikut beberapa alasan kenapa keuangan usaha harus dikelola dengan baik:
- Mengetahui kondisi bisnis sebenarnya
Tanpa pencatatan, sulit menilai apakah usaha benar-benar untung atau sekadar balik modal. - Menghindari kebocoran keuangan
Catatan yang rapi membantu menemukan biaya tidak perlu atau pemborosan. - Membantu perencanaan bisnis
Dengan data keuangan, kamu bisa membuat strategi seperti menambah modal, merekrut karyawan baru, atau melakukan ekspansi. - Meningkatkan kepercayaan pihak luar
Pencatatan yang baik akan berguna saat kamu butuh investor, mengajukan pinjaman, atau sekadar menunjukkan profesionalisme.
Hal yang Perlu Disiapkan dalam Pencatatan Keuangan Usaha Kecil
Untuk memulai pembukuan sederhana, ada beberapa poin penting yang harus kamu siapkan:
1. Catatan Pengeluaran
Pisahkan dengan jelas antara biaya operasional, pembelian bahan baku, dan gaji karyawan.
Lakukan pengecekan saldo harian juga agar kamu tahu berapa modal yang sudah terpakai.
2. Catatan Pemasukan
Setiap pemasukan harus tercatat, baik dari penjualan langsung maupun piutang yang sudah dibayar.
Dengan begitu, kamu bisa melihat dengan jelas berapa keuntungan yang diperoleh setiap hari.
3. Buku Kas Utama
Gabungkan seluruh catatan pengeluaran dan pemasukan. Buku kas ini akan menjadi “peta” utama kondisi finansial usahamu.
4. Persediaan Barang
Pastikan stok barang atau bahan baku selalu tercatat. Tujuannya untuk menghindari penumpukan barang dan memastikan tidak ada kerugian akibat stok tidak terpakai.
5. Inventaris Barang
Selain stok, catat juga semua aset atau peralatan usaha yang kamu miliki.
Catatan ini mempermudah pengawasan aset dan akan berguna dalam perhitungan neraca keuangan.
6. Laporan Laba-Rugi
Gunakan laporan ini untuk mengetahui apakah usaha kamu sedang untung atau merugi.
Laporan laba-rugi juga sangat penting untuk evaluasi bulanan serta menentukan strategi bisnis ke depan.
Tips Mengelola Keuangan Usaha dengan Efektif
Selain mencatat keuangan dengan baik, ada beberapa tips tambahan agar usaha kecil makin sehat secara finansial:
- Pisahkan uang pribadi dan uang usaha
Jangan mencampur modal usaha dengan kebutuhan sehari-hari agar tidak bingung menghitung keuntungan. - Gunakan aplikasi keuangan atau software sederhana
Banyak aplikasi gratis yang bisa membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan lebih praktis. - Cek laporan secara rutin
Luangkan waktu minimal seminggu sekali untuk mengecek kondisi keuangan agar selalu terkontrol. - Rencanakan anggaran ke depan
Misalnya, sisihkan keuntungan untuk tabungan, pengembangan usaha, atau dana darurat.
Kesimpulan
Mengelola keuangan usaha kecil dengan pembukuan sederhana bukanlah hal yang sulit, tapi sering diabaikan.
Dengan catatan pengeluaran, pemasukan, stok, inventaris, hingga laporan laba-rugi yang rapi, kamu bisa tahu kondisi finansial usaha secara jelas.
Keuangan yang sehat akan memudahkan pengambilan keputusan, menghindari kerugian, serta membuka peluang usaha untuk terus berkembang.
Jadi, jangan tunggu sampai bisnis berjalan tanpa arah, ya!
Mulailah pencatatan keuanganmu dari sekarang, sekecil apapun usaha yang sedang dijalankan.



